Tentang Alamku

Selamat jumpa lagi teman-teman. Sangat lambat ini postingan blog saya, juga temanya yang sesuka hati sang penulis. sebanarnya tujuan blog ini dibuat hanya untuk sekedar berbagi pikiran kepada sahabat dunia maya, meski blog ini masih terlihat sederhana tapi tetap dibuat senyaman mungkin mata sang penulis(maaf buat pembaca).

Saya cukup tertarik dengan keindahan keindahan alam yang berada disekitar ku. Sampai pernah pengen punya kamera SLR hanya untuk main-main ke Pinggiran sawah sekedar mengambil gambar Alam saja. seperti gambar disamping, kalau dilihat ternyata saya memiliki bakat fotografer juga ya. tapi saya sadar diri, bukan hanya kemampuan mencari sudut pandang, tapi kamera yang bagus juga menentukan bagus atau tidaknya sebuah hasil gambar.

Tapi bukan masalah itu yang akan dibahas pada tulisan saya saat ini, melainkan apa yang saya inginkan saat melihat pemandangan seperti ini. Biasanya saya pergi ketempat tempat yang hening dan alami seperti gambar diatas untuk mehilangkan perasaan yang mengganjal didalam hati. Seperti rasa kesal, dongkol, jenuh dan lain-lain yang berkenaan dengan hati. Lalu apa yang membuat saya memilih jalan-jalan melihat alam saat perasaan hati dipenuhi perasaan yang negatif? Mari kita bahas mulai sekarang.

Salah satu alasan saya memiih melihat alam saat suntuk yaitu karena alam memiliki suatu energi khusus yang tersembunyi murni. Energi ini lah yang dapat menciptakan kedamaian dihati. lalu apa sih kedamaiaan itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia kedamaian berasal dari kata dasar damai yang artinya damai /da·mai / 1 n tidak ada perang; tidak ada kerusuhan; aman: dl masa -- perindustrian maju pesat; 2 a tenteram; tenang: betapa -- hati kami; 3n keadaan tidak bermusuhan; rukun: penduduk kampung itu selalu hidup dng --; semuanya dapat diselesaikan secara --;...
Nah, jadi dengan melihat pemandangan yang disungguhkan oleh alam hati ini serasa tenteram. yang awalnya kusut jadi rapi. begitulah kekuatan Alam bekerja pada alam bawah sadar manusia. Tapi jika dikaji lebih dalam lagi tentang makna kedamaian, maka kedamaian yang sebenarnya tidak serumit itu. yuk lebih dalam lagi membahasnya. 

Pada dasarnya hati kita menjadi damai karena melihat alam dari sudut keindahannya maupun keteraturannya. loh, kok gitu,,..? walaupun kelihatannya alam bergerak secara acak, sejatinya ia teratur. LIhat saja saat daun diterpa angin, maka maka ia akan melambai secara teratur sesuai banyaknya gelombang angin yang menerpa. lalu retakan tanah saat musim panas, lihat saja retakannya pasti teratur membentuk rongga dengan lebar yang relatif sama. Juga air yang menguap, semua nya teraur sesuai kadarnya. Hal ini menandakan adanya keteraturan pada alam semesta dan adanya yang mengatur segalanya diatas segalanya. Siapa?? Siapa lagi kalau bukan Allah swt.

semua keteraturan dan kendahan itu ada yang membuat, ada yang memberi, dan ada yang menyusun. Ingat sifat Allah yang maha indah, dan ingat juga sifat Allah yang maha kuasa. Maka kedamaian yang kita rasakan saat memandang alam pada sejatinya hadir karena kita sedang mengingat Allah. dengan begitu rasa syukur dalam hati kita akan bertambah besar dan meluap hingga dapat mempengaruhi dan menjadi berkah kepada saudara sekitar kita. Jadi, sebenarnya damai itu sederhana, yaitu mengingat Allah, bersyukur dan menerima-Nya dengan istiqomah, itulah damai....





Teori Fungsi


Terlihat indah bukan bunga diatas. Gambar itu diambil dari sebuah handphone dengan fitur kamera 8 Megapixel yang memiliki ketajaman warna tinggi. Selain itu, kamera tersebut memuat fitur autofocus, sehingga kosentrasinya pada suatu objek membuat keindahan tersendiri pada hasilnya.
Ehm,,,, tapi penjelasan diatas bukanlah untuk pembahasan ilmu tentang photographer ye,, melainkan kaitannya dalam kehidupan nyata kita. Dari beberapa definisi diatas, telah dipaparkan bahwasannya keindahan suatu objek dapat dilihat saat difokuskan hanya pada objek tersebut. Lalu, device dari kamera pun juga harus berkemampuan tinggi agar pengambilannya semakin maksimal.
Pernah suatu saat kita memandang suatu nikmat yang ada pada diri kita ini sebagai sesuatu yang kurang memuaskan. Hal ini biasa terjadi ketika kita sibuk memperhatikan orang-orang yang pecapaiannya jauh diatas kita. Kejadian seperti ini kerap kali membuat seseorang merasa tertekan dan lupa untuk bersyukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan kita nikmat hidup. Ibaratnya sebuah alat yang digunakan tidak sesuai funsinya, maka alat tersebut tidak berfungsi maksimal atau malah akan terjadi error karena masukannya tidak sesuai kapasitas.
Ingat, Manusia pada dasarnya memiliki misi/tujuan/tugas dibumi sesuai yang dikehendaki oleh yang pencipta. Tugas utama dari seorang manusia yang pertama yaitu untuk beribadah kepada Allah swt. Nah, sudah belum tuh tujuannya kaya gitu...???
Kalau setiap hari setiap waktu terus beribadah, gimana donk cara makannya, emang nggk butuh nyari duuit gituu??


Eh, Jangan salah paham dulu. Setiap perbuatan kita yang diniatkan untuk Allah swt. Dan tidak dilarang syariat merupakan sesuatu yang dinilai sebagai ibadah. Jadi kalau kita sudah sesuai fungsinya harusnya kerjanya maksimal dong.. ?
tetapi banyak sekali orang mengeluh dengan apa yangdia dapatkan sekarang. karena dia merasa apa yangdia dapatkan sekarang tidak sesuai yang mereka inginkan. Salah satu band dari eropa menulis suatu lagu berjudul FIx you yang sedikit cuplikannya sebagai berikut..

When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse

lirik diatas menunjukan bahwa tidak semua yang kita inginkan merupakan apa yang kita butuhkan. sehingga sering kali jika berusaha terhadap sesuatu hingga kita melupakan fungsi kita yang sebenarnya kita akan merasa gelisah tanpa bisa menghilangkannya. seseorang terlalu berfokus mengejar mimpinya yang bersifat duniawi hingga melupakan nikmat sehat dengan lupa menjaga pola hidupnya sampai masa tua nya ia harus nikmati dengan menanggung beban penyakit. dia lupa kalau sehat itu lebih dibutuhkan daripada cita-citanya yang menjadi keinginannya...

so,, berfungsilah sebagaimana engkau telah diciptakan oleh tuhan di dunia ini. ingat, engkau juga di perintahkan untuk menuntut ilmu, bukan untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, melainkan sesutu yang lebih penting lagi yaitu apa yang kau butuhkan.
Dan rasakan lah bagaimana nikmatnya hidup sesuai funsinya, lalu lihatlah dirimu seindah bunga diatas, maka engkau akan tersenyum dan air mata syukur akan mengalir deras.

Kisah Nabi Khidir AS


 Nabi Khidir antara Hidup dan Mati
Buletin Jum’at Al-Atsariyyah Makassar edisi 22 Tahun I

Banyak kisah-kisah tentang Nabi Khidir yang ramai dibicarakan orang, banyak kontroversi tentang kemunculannya, sehingga hal itu mendorong rasa ingin tahu tentang hakikat sebenarnya. Ada yang menyatakan Nabi Khidir masih hidup, adapula yang menyatakan Khidir sekarang berdiam di sebuah pulau, ada pula yang menyatakan bahwa setiap musim haji Nabi Khidir rutin mengunjungi padang Arafah. Entah khidir siapa dan yang mana? Tapi yang jelas begitulah khurafat dan takhayyul berkembang di tengah masyarakat kita. Lucunya, banyak pula orang-orang yang sangat mempercayai perkara-perkara tersebut

Biografi imam Bukhari

Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Akan tetapi beliau lebih terkenal dengan sebutan Imam Bukhari, karena beliau lahir di kota Bukhara, Turkistan.

Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalaam yang mengatakan, “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari, pent), sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya.

Biografi Al-Biruni


Abu rayhan Muhammed Ibnu Ahmad Al-Biruni terlahir menjelang terbit fajar pada 4  september 973 M di Kath (Kiva sekarang). Sebuah kota di sekitar wilayah aliran sungai Oxus, Khwarizm (Uzbekistan). Masa kecilnya tidak banyak diketahui. Al-biruni dalam biografinya mengaku sama sekali tidak mengenal ayahnya dan hanya sedikit mengenal kakeknya.Selain menguasai beragam ilmu pengetahuan, Al-biruni juga fasih dengan sederet bahasa seperti Arab, Turki, Persia, Sansekerta, Yahudi dan Suriah. Semasa muda dia menimba ilmu matematika dan astronomi dari Abu Nasir Mansur.
Menginjak usia 20 tahun, Al-Biruni telah menulis beberapa karya dibidang sains. Dia juga kerap bertukar pikiran dan pengalaman dengan Ibnu Sina, Imuwan besar Muslim lainnya yang begitu berpengaruh di Eropa.

Bulan Muharram

Bulan muharam adalah salah satu dari bulan-bulan yang dimulyakan Alloh SWT. Sebagaimana termaktub dalam Al-Quran :

 إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ : التوبة : 36

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Sejarah Angklung

Angklung adalah alat musik yang terbuat dari ruas-ruas bambu, cara memainkannya digoyangkan serta digetarkan oleh tangan, alat musik ini telah lama dikenal di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Sejarah Angklung sangat erat kaitannya dengan seni karawitan sebagai media upacara penghubung antara manusia dan Tuhannya, Yang Maha Kuasa.
Bukti tertulis penggunaan Angklung tertua yang ditemukan terdapat pada prasasti Cibadak bertahun 952 Saka atau 1031 SM, di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Pada prasasti tersebut, diterangkan bahwa Raja Sunda, Sri Jayabuphati, menggunakan seni Angklung dalam upacara keagamaannya. Kita juga dapat menemukan bukti lain dalam buku Nagara Kartagama tahun 1359, yang menerangkan penggunaan Angklung sebagai media hiburan dalam pesta penyambutan kerajaan. Kata Angklung diambil dari cara alat musik tersebut dimainkan. Kata Angklung berasal dari Bahasa Sunda “angkleung-angkleungan” yaitu gerakan pemain Angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya. Secara etimologis , Angklung berasal dari kata “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti pecah. Jadi Angklung merujuk nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap.

Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.

Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa Kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.

Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Phocay sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip).

Perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengolah pertanian (tatanen) terutama di sawah dan huma telah melahirkan penciptaan syair dan lagu sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak mengundang malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya. Syair lagu buhun untuk menghormati Nyi Sri Pohaci tersebut misalnya:
Si Oyong-oyong
Sawahe si waru doyong
Sawahe ujuring eler
Sawahe ujuring etan
Solasi suling dami
Menyan putih pengundang dewa
Dewa-dewa widadari
Panurunan si patang puluh

Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Perkembangan selanjutnya dalam permainan Angklung tradisi disertai pula dengan unsur gerak dan ibing (tari) yang ritmis (ber-wirahma) dengan pola dan aturan=aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan upacara penghormatan padi pada waktu mengarak padi ke lumbung (ngampih pare, nginebkeun), juga pada saat-saat mitembeyan, mengawali menanam padi yang di sebagian tempat di Jawa Barat disebut ngaseuk.

Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.

Kini, Angklung telah menjadi alat musik internasional. Banyak Negara-negara lain mengembangkan angklung, dikarenakan beragam manfaat yang didapat. Filosofi angklung 5M (mudah, meriah, menarik, mendidik, massal) membuat angklung makin digemari di seluruh penjuru dunia. Pada jaman dahulu kala, instrumen angklung merupakan instrumen yang memiliki fungsi ritual keagamaan. Fungsi utama angklung adalah sebagai media pengundang Dewi Sri (dewi padi/kesuburan) untuk turun ke bumi dan memberikan kesuburan pada musim tanam. Angklung yang dipergunakan berlaraskan tritonik (tiga nada), tetratonik (empat nada) dan pentatonik (5 nada/ dengan bunyi da-mi-na-ti-la). Angklung jenis ini seringkali disebut dengan istilah angklung buhun yang berarti “Angklung tua” yang belum terpengaruhi unsur-unsur dari luar. Hingga saat ini di beberapa desa masih dijumpai beragam kegiatan upacara yang mempergunakan angklung buhun, diantaranya digunakan untuk keperluan : pesta panen, ngaseuk pare, nginebkeun pare, ngampihkeun pare, seren taun, nadran, helaran, turun bumi, sedekah bumi dll.

Pada Tahun 1938, Daeng Soetigna, seorang guru Hollandsch Inlandsche School (HIS) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melakukan modernisasi alat musik angklung dari alat yang berskala tangga nada pentatonis (tangga nada tradisional) menjadi angklung kompleks yang berskala tangga nada diatonis (tangga nada modern). Angklung ini dapat memainkan lagu-lagu populer, musik nasional, dan lagu Barat maupun musik klasik. Disebut Angklung modern (diatonis) karena nadanadanya disesuaikan dengan skala nada diatonis, yaitu do – re – mi – fa – sol – la – si, dan angklung diatonis ini biasa disebut juga “Angklung Padaeng”, karena jasanya terhadap perkembangan Angklung dan pendidik musik. Angklung Modern (Padaeng) mulai diperkenalkan pada masyarakat internasional di tahun 1946 pada malam hiburan perundingan Linggar Jati. Tahun 1950 dan 1955, Angklung modern pun ditampilkan pada Konferensi Asia Afrika.

Kini Angklung Modern (Padaeng) memiliki fungsi tambahan sebagai sarana pendidikan musik, karena Angklung dapat memupuk sifat kerjasama, disiplin, kercermatan, keterampilan dan rasa tanggungjawab. Demikian pula mengenai hal-hal yang merupakan dasar pokok dalam pendidikan musik, seperti membangkitkan perhatian terhadap musik, menghidupkan musik dan mengembangkan musikalitas, melodi, ritme dan harmoni. Atas pemikiran tersebut, maka pemerintah Indonesia melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 182/1967 tertanggal 23 Agustus 1968 yang menyatakan Angklung sebagai alat pendidikan musik nasional.

Sejak tahun 1971, pemerintah Indonesia menjadikan Angklung sebagai sarana dalam program diplomasi budaya. Angklung sejak saat itu menyebar luas ke berbagai negara. Di Korea Selatan, hingga kini tercatat lebih dari 8.000 sekolah memainkan Angklung. Di Argentina, Angklung telah menjadi mata pelajaran intrakurikuler yang menarik bagi siswa, demikian pula di Skotlandia. Sejak tahun 2002, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia telah memberikan kesempatan bagi siswa-siswi dari mancanegara untuk belajar dan mengenali Angklung di Indonesia. Kini Angklung tidak hanya menjadi alat musik kebanggan Indonesia, tetapi menjadi media untuk meningkatkan rasa persabatan antar bangsa di dunia.