Cinta dan Idealisme


Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakaatuh..

Pasti udah pada kangen ya sama penulis? maafkan penulis yang tak senantiasa komit dalam mengisi blog dengan pikiran-pikiran menggelitik dan juga asik namun tak kosong, InsyaAllah. Akhir-akhir ini penulis lagi banyak mikirin cinta nih gaes.. Terlebih dengan pengamatan tentang keadaan para pemegang cinta juga objek cinta. what's... Cinta? Tenang saja, meskipun bahasannya soal cinta dijamin nggak melow kok.

Ada hal menarik dari cinta, dia memiliki banyak deskripsi dan juga sebuah kata yang tak pernah habis dibahas dari jaman neolitikum sampai jaman NOW. Mari kita sepakati pembahasannya sebatas apa yang ingin penulis sampaikan, yaitu hubungan antara ideslisme dan cinta.

Untuk jatuh cinta, itu mudah. Kamu hanya perlu memberi perhatian secara konsisten pada suatu objek untuk mencintai objek itu. Jika orang bilang mencintai itu hanya untuk yang indah-indah, tapi kenyataannya ada orang yang mencintai kejahatan. Hal itu karena orang tersebut telah melakukannya sehari-hari. Misalkan seorang pemabuk, maka ia mencintai segala sesuatu yang memabukkan salah satunya miras. Jika kalian mengatakan itu ukan cinta, tetapi candu, bukankah cinta itu candu. 

Mari kita bahas cerita lain, seperti kata orang bijak "Cinta itu menguatkan". Adakah yang tidak setuju dengan kalimat tersebut. Bagaimana jika penulis kisahkan bahwa ada seorang yang sampai sakit-sakitan karena ditinggal pergi oleh kekasihnya. Itu cinta bukan? menguatkan atau melemahkan?

Lalu bagaimana dengan pernyataan bahwa cinta itu berkaitan dengan yang indah-indah, misalkan cinta bisa membuat seseorang berperilaku baik, selalu terlihat bahagia setiap harinya. Tapi di lain sisi, kita juga mendengar ada seseorang yang tega membunuh orang demi cinta, ada yang menyiksa seseorang karena cinta, dan tindakan kriminal lainnya karena cinta. Kontradiksi bukan?

Lalu bagaimana sebenarnya cinta itu diartikan dalam arti sebenarnya? Inilah yang dari dulu sampai sekarang membuat cinta itu menjadi bahasan yang tidak pernah habis. Cinta itu seperti iman, yaitu kepercayaan seseorang terhadap suatu konsep yang dia pahami.

Lalu bagaimana hubungannya dengan idealisme? dalam kamus bahasa indonesia, idealisme diartikan sebagai berikut:
1.n aliran ilmu filsafat yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dicamkan dan dipahami
2.n hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yang dianggap sempurna
3.n Sas aliran yang mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.

Jadi cinta tidak pernah bisa dibenturkan dengan idelisme, yang ada adalah cinta mengikuti idealisme seseorang. Bagi seseorang yang memiliki idealisme bahwa bumi indah tanpa bunga, maka secantik apapun bentuk dan penampilan bunga ia akan tetap menganggapnya buruk meski orang lain sepakat bahwa bunga tersebut begitu indah.

Dalam berumah tanggapun demikian, hal pertama yang paling penting dalam membangun rumah tangga adalah menyamakan idelisme keluarga, karena kalau sepasang suami dan istri tak memiliki idealisme yang sama maka mempertahankan ikatan diantara keduanya adalah hal yang sulit. Dan bagaimana mungkin didalam rumah tangga tersebut akan ada cinta jika cita-cita nya tak sama. 

Maka Islam adalah idealisme cinta. Karena islam merupakan risalah yang turun dari Allah SWT. yang Maha Pengasih, yang memberi cinta, yang mencintai keindahan karena ke Maha Indah-anNya. Ia melarang setiap yang merusak, membungkar setiap yang mungkar, dan mencegah dari setiap yang sesat. Islam memberikan jalan kepada orang-orang yang tersesat untuk segera kembali, baik kembali ke jalan yang benar atau kembali ke tempat pembalasan yang kekal.

Allah memberikan kesempatan pada seluruh manusia agar dapat kembali pada cinta-Nya dan mencintai yang Allah cintai. Membuka jalan bagi setiap yang salah jalan untuk bertaubat, membuka pintu rahmat bagi setiap yang mencari-Nya. Maka alangkah indahnya, karena islam mengajarkan kita agar mencintai setiap apa yang ada dialam semesta, baik langit dan bumi serta yang ada diantara keduanya. Maka islam memberi kesempatan bagi sepasang kekasih yang saling mencintai karena Allah (yang berarti satu idealisme yaitu islam) naungan saat tiada naungan lain selain dari Allah. 

Maka jika masuklah islam secara kaffah, dan temukanlah cinta yang sebenarnya. Berangkatlah dari Iman, karena dari iman itu Allah akan berikan cinta yang bersinar dan menerangi sekitarnya. Maka berangkatlah dari iman, dan Islam sebagai idelisme yang menebarkan cinta dan menyembuhkan sesama yang sedang sakit.

Untuk Semua Laki-laki Disekitarku, Kalian Bisa! [Menjadi Lelaki Luar Biasa]

Bismillahirrahmannirrahiim..

Masih pagi-pagi sekali artikel ini coba ku tulis. Sebuah tulisan yang sebenarnya belum pernah terlintas dalam benak maupun terfikirkan sama sekali sebelumnya. Entah ada magnet apa, rasanya jari ini mudah saja menjawab sebuah tantangan untuk menulis artikel tentang laki-laki. Ya, laki-laki. Selama ini diriku begitu sibuk mengamati tanda-tanda alam, perempuan dan gerak gerik hati, tapi tak pernah sedikitpun terbesit untuk menulis bagaimana keseluruhan dari laki-laki. Perhatianku sebelumnya hanya sebatas rasa, tapi kali ini ada tantangan menulis tentang laki-laki dari sudut pandang yang berbeda.

Tentu pembahasannya tak mendetail, hanya saja tulisan ini mencoba mengungkapkan sudut pandangku terhadap laki-laki secara terbuka. Laki-laki adalah makhluk berbentuk manusia yang pertama kali diciptakan, dan manusia pertama itu adalah Nabi Adam A.S. Kemudian disusul dengan penciptaan Hawa sebagai pasangan dan teman bagi Adam A.S. dari tulang rusuknya sendiri. Faktanya laki-laki adalah manusia pertama yang diciptakan.

Fakta selanjutnya, Allah memberikan amanah Khalifaur Fiil Ard (Khalifah di-Muka Bumi) dengan membawa misi penyampai wahyu dan risalah Ketuhanan, yang kesemua yang diberikan amanah dan pengemban risalah ini adalah kaum laki-laki. Mulai dari Nabi Adam A.S sampai Nabi Muhammad SAW. Semuanya adalah laki-laki. 25 Nabi yang wajib diimani dalam buku-buku sejarah dan pengetahuan islam, kesemuanya adalah laki-laki. Maka kaum Adam adalah yang paling bertanggung jawab atas risalah Ketuhanan dan syariat. Hal ini ditunjukkan dengan penjelasan yang menyatakan bahwa laki-laki bertanggungjawab atas ibunya, istrinya, saudara perempuannya, dan anak perempuannya.

Fakta selanjutnya, bahwa laki-laki dinobatkan sebagai pemimpin, baik yang paling dasar adalah pemimpin bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarganya.

Untuk para lelaki yang ada disekitarku, sadarilah bahwa Allah mempercayakan begitu banyak amanah padamu tentu bukan tanpa alasam. Dan sadarlah bahwa engkau dibekali potensi yang luarbiasa oleh Allah untuk mengemban semua itu. Engkau adalah penegak risalah Ketuhanan dan kebenaran dimuka bumi ini. Engkau adalah Khalifatu fiil Ard. Lepaskanlah dirimu dari setiap belenggu prasangka buruk yang kamu ciptakan sendiri. Bersihkanlah setiap noda-noda dihatimu agar terang penglihatan nuranimu dan lebih jelas dalam menempuh jalan yang berliku.

Wahai para lelaki, jadilah perkasa tanpa menyakiti yang lain. Jadilah tegas tanpa menindas. Tentu Allah memberimu 9 akal dan 1 nafsu agar engkau pandai dalam mensiasati dunia yang sementara, pandai dalam menangkap setiap tanda kekuasaan Allah, pandai dalam meluruskan yang bengkok. Bukan malah tersiasati dunia, mencintai yang fana, dan memilih jalan yang bengkok. Tentu semua itu sepadan dengan amanah yang engkau emban di dunia sebagai khalifah di muka bumi.

Dan barang tentu, disisakannya 1 nafsu atau rasa atau sejenisnya, agar engkau dapat memahami bahwa ada kaum wanita yang Allah ciptakan khusus untukmu supaya engkau cenderung tentram dalam menjalankan amanah besar itu. Agar masih ada rasa cinta didalam ukhuwah yang engkau jalani. Dan, agar ada sepercik rasa yang membuatmu faham sebagai manusia akan ketidakberdayaanmu dihadapan Allah, dan bagaimana lembutnya kasih-sayang Allah menyentuhmu.


Picture from pixabay.com
Wahai laki-laki, engkau adalah manusia terbaik, maka jadilah sebaik-baiknya manusia di hadapan Allah SWT.

Untuk Semua Wanita Disekitarku, Kalian Bisa! - Menjadi Wanita Luar Biasa

In Frame : Aksi 3 Tahun Kepemimpinan Jokowi 20 Oktober 2017 @Depan Jalan Merdeka Barat (Kawasan Monas)

Bismillah.
Engkau wanita, kau selalu lebih tegar dari semua masalah-masalahmu. Lebih kuat dari semua rasa sakitmu. Seluruh hidupmu tak luput dari mendidik generasi, bahkan terkadang dirimu sendiri kurang kau perhatikan.

Saat menjadi anak perempuan, kamu pembuka pintu syurga bagi saudara laki-laki dan ayahmu,
saat menjadi seorang istri, dikau menjadi separuh agama bagi suamimu, kamu bisa masuk surga dari pintu manapun asal memenuhi empat kriteria :

Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).

Dan saat menjadi seorang ibu, syurga berada dibawah telapak kakimu. Betapa mulia dan berharga dirimu, jika kau mau memahami ini. Namun sayang, banyak dari kita yang tak menyadari betapa kita begitu berharga. Jangan rela menjadi kerikil karena kamu lebih mewah dari berlian. Jangan rela menukar tempat terindah di kehidupan kedua dengan dunia yang hanya sementara ini.

Ada empat orang yang akan mempertanggungjawabkanmu di akhirat nanti. Saudara laki-laki, ayah, suami, dan anak laki-lakimu. Dan, kamu bisa menjadi sebab mereka terjerembab ke dasar nereka, atau justru menjadi jalan bagi mereka menuju syurga.

Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah.” (H.R. Muslim)

Written by Ajeng Dini Utami | http://adinut.blogspot.com/

Tamu Terakhir Bisa Datang Kapan Saja



Bismillahirrahmannirrahiim,,

Alhamdulillah, senantiasa hamba panjatkan kepada Allah sebagai bentuk syukur karena masih memberikan kesempatan kepada penulis untuk mencurahkan gagasan pemikiran serta saling berbagi kebaikan berupa ilmu kepada setiap sahabat. Juga shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. yang merupakan guru dan teladan terbaik sepanjang jaman.

Postingan kali ini akan sedikit berbeda dari sebelumnya, jika sebelumnya gagasan ane jarang sekali melirik kebuku-buku dan lebih senang membahas setiap pokok dengan arti bahasa, kali ini penulis tertarik merangkum sebuah buku saku ringan, yaitu tentang tamu terakhir. Karena menurut saya ini begitu menarik dan InsyaAllah bermanfaat jika disampaikan.

Saya teringat kisah pada buku "Tamu Terakhir" yang disusun oleh Ustadzah Asmaa Muzayyin, Lc. Tentang seseorang saudagar kaya yang kedatangan tamu. Siapakah tamunya? Tamunya adalah malaikat maut yang menjelma sebagai seorang yang kumuh dan miskin. Lalu orang miskin itu mengetuk pintu rumah,"sebut saja fulan namanya". Orang yang ada didalam rumah itupun segera bergegas membukakan pintu. Setelah dilihatnya tamun itu adalah seorang yang lusuh dan miskin, maka dengan pongah orang yang membukakan pintu itu bertanya "ada perlu apa?". "Sampaikan kepada tuanmu aku ingin menemuinya." kata orang miskin.

Dengan suara yang pelan, orang yang membukakan pintu itu berkata " Pantaskah orang miskin sepertimu menjadi tamu atau menemui tuanku yang kaya lagi terhormat ini?" Maka segera pintu rumah itu ditutup dan orang miskin itupun mengetuk pintu itu lagi.

Dengan pelan orang miskin itu berkata " Aku adalah malaikat maut dan datang kemari untuk menjemput tuan mu si fulan." Seketika orang yang membukakan pintu itu langsung terjatuh lemas dan begitu kagetnya. Maka segera ia masuk dan memberitahukan kepada tuannya.

Tuannya pun kaget dan seisi rumah menjadi hening serta penuh tangis. "Aku akan menjemputmu, sampaikan wasiatmu yang perlu disampaikan." Maka sang tuan pun meminta kepada keluarganya untuk mengumpulkan seluruh hartanya diruang tamu.

Maka uang-uang itu dikeluarkan dari dalam kotak-kotak penyimpannya, lantas tuannya berkata "Laknat atasmu wahai harta! Kamulah yang menyebabkan aku lalai dari Rabbku, dan kamulah yang menyibukkan aku dari amal akhirat hingga aku sampai ke ajalku."

Hartanya pun menjawab ucapan itu, " janganlah engkau mencelaku, tidakkah engkau dulu adalah seorang yang hina dimata manusia dan karena aku dirimu menjadi terhormat!?
Tidakkah terlihat padamu bekas-bekas kebaikanku kepadamu!?
Tidakkah dulu engkau bisa berkumpul bersama para raja dan bangsawan, sedangkan para hamba-hamba yang shalih tidak bisa berkumpul bersama mereka!?
Tidakkah engkau dulu meminang putri para raja dan bangsawan dan engkau dinikahkan dengan mereka, sedangkan ketika dipinang oleh orang-orang yang shalih, mereka tidak mau menikahkan putri-putri mereka!?
Apakah ketika engkau membelanjakan aku dijalan yang buruk aku enggan untuk dibelanjakan!?
Seandainya jika engkau menggunakan aku dijalan Allah, pasti aku tidak akan membangkang darimu.
Engkau lebih hina dariku, sesungguhnya aku dan engkau hanya diciptakan dari tanah. Ada yang beranjak dengan kebaikan, ada juga yang beranjak dengan keburukan."..
Inilah yang dikatakan oleh harta.

Adalah diri kita sendiri yang bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat. Kisah tersebut dikutip dari Uddatus Shabirin oleh Ibnul Qayyim, menjadi pelajaran penting bahwa setiap didunia ini memiliki dua hakikat kegunaan. yaitu sebagai sarana kita beribadah dan yang kedua adalah sarana syaitan untuk melalaikan kita terhadap amalan akhirat atau hakikat kita diciptakan di dunia ini.

Maka berhati-hatilah sahabat, jika aktivitas dunia kita menjauhkan kita dari berbuat kebajikan, menghalangi ibadah kita, dan membuat kita lalai. Jika dunia telah menjadi cinta kita, maka dunia tidak hanya membuat kita tertipu, tetapi juga menyesal dikemudian hari. Karena sejatinya dunia hanyalah tempat persinggahan, tempat gurauan saja, dan tempat kembali kita adalah akhirat.

Tapi apakah mudah mempercayai akan adanya akhirat dan hari akhir. Bagi sebagian orang yang tidak mendapat petunjuk, meyakini hal ini tidaklah mudah. Karena tidak sedikit ayat didalam Al-Quran membicarakan orang-orang yang ingkar terhadap hari berbangkit. Maka bersyukurlah dan senantiasa meminta petunjuk kepada Allah SWT.

Ini saja yang dapat penulis sampaikan pada tulisan ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi hujjah nantinya ketika penulis dimintai pertanggung jawaban atas ilmu yang Allah berikan kepada penulis. Segala puji bagi Allah, semoga kita termasuk kepada umat nabi Muhammad dan termasuk orang-orang yang Allah beri petunjuk, Berangkatlah Dari Iman, karena Iman ada didalam hati, maka mintalah fatwa kepada hatimu.

Rasa yang Di Nalarkan

Mendung pagi itu, berkemul dengan embun dan cahaya redup di halaman rumah. Sesekali kenangan ini membias mengikuti mentari yang tak kunjung muncul, semangat itu memadam penuh kecurigaan. Masih pagi-pagi, dianya tak kunjung ceria padahal begitu banyak hal menanti untuk dikerjakan.

Ah, lagi-lagi hati ini menyematkan rasa dan jari ini begitu mudah menyampaikan dalam bahasa santun yang menusuk. Ntah bagaimana ia merasa, nyatanya rasa memang mempengaruhi gerak jasmaniyah, nyatanya peran ruhiyah lebih tegas dari peran jasmaniyah. Mungkin karena kendurnya kajian yang diikuti, padahal sudah kularikan pada buku-buku penggugah, tapi ia-nya tetap saja mendiami tempat yang penuh dengan jejak-jejak kepergian.

Baru kemarin sore rasanya ku sambung tali yang mulai memudar, pagi ini ia-nya ingin lebih. Dan lagi-lagi tahu caranya menyekat dan menyesakkan rongga hati. Ah, apakah aku masih bicara cinta, padahal kiranya ia telah lari pergi terakibat aku-nya yang senantiasa memainkan. Ah, aku kira ia-nya telah kapok, sekiranya  aku sudah menempatkannya dengan benar dalam porsi yang tepat. Kenyataannya ia masih gentayangan dan semaunya hadir tanpa permisi.

lama kiranya, setelah tulisan dengan judul merindukanmu sederhana saja, hingga kini baru lagi tertulis sajak penuh akan syarat curahan hati. Mungkin saja bisa jadi pelajaran bagi yang bermain dengan cinta agar senantiasa berhati-hati dalam jeratnya yang mengikat ke dasar bumi. Enggan melangit, meratap pada tepi senja yang sesaat. Penuh dengan dera hujan dan bising dengan suara nasihat. Begitulah dia menjerat, menidurkan kesadaran dalam balutan keduniaan. Menjebak batin dalam lukisan dan ironi ilusi kefanaan.

Sekilas mata ini tersilap cahaya, dan membuka lamunan serta khayalan panjang. Ternyata rasa itu terlalu egois dengan pendapatnya. Teguran paling sederhana, dalam bentuk sapaan ringan, tempat berlari yang tak mau di singgahi, senyum jahat tapi tulus, kejujuran rasa yang bebas tanpa terikat. Dia nya berkata, mungkin kamu sedang lapar. Bibir ini bergetar tak bisa menahan tawa, dan getarnya pun membangunkan jiwa. Ah, iya.. Aku lupa, rasa juga perlu dinalarkan dalam kerja-kerja amal. Bukanlah hayalan penuh dengan kekosongan, kosong dari pembuktian dan kosong dari harapan. Bukanlah sebuah harapan yang menggantung pada dasar yang rendah, tapi harus ke tali yang terhubung melangit, yaitu syariat.

Rasa yang di nalarkan, ia nya pagi ini mampu menyelamatkan asa yang melambung tak jelas. Membangunkan jiwa yang tertidur pulas. Menggugah jasmani yang bergerak malas. Ia nya menggetarkan hati yang mulai tak waras, kata-kata yang mengutuk keras, akal yang hilang terampas, juga khawatir yang menyebabkan was-was.

Rasa yang dinalarkan, disitulah kita hidup. Di alam nyata, bukan di alam rasa. Yang dibenarkan adalah Iman disertai amal shaleh. Bukan iman saja, juga bukan amal shaleh saja. Tapi keduanya dalam satu kepaduan yang sama. Terikat kuat, kekasih yang tak terpisahkan. Iman yang terbukti dengan tindakan berbentuk amal shaleh. Rasa pun demikian, adalah cerminan dari keduanya. Rasapun harus disertai dengan nalar. Dan Nalarpun harus yang sehat, bukan sekedar nalar.

Begitulah rasa yang dinalarkan, berfikirlah sebagai tuan yang bertuhan. Dan merdekalah dalam beriman. Mungkin cukup sekian dalam pembahasan kali ini, bersambung di tulisan berikutnya..


Berorganisasi, kenapa Tidaak ?



Selamat Pagi Sahabat tersayang. Sudah cukup lama nih sudah tidak pernah update blog. Admin lagi asik jalan-jalan gaes. Beberapa waktu lalu adminnya lagi Kerja Praktek disambi ngerjain laporannya. Libur semester ini Admin KKN (Kuliah Kerja Nyata) untuk memenuhi kurikulum. Harap maklum, Admin bukan kuliah dijurusan sastra, jadi untuk nulis ya bukan kerjaan sehari-hari, melainkan harus pinter-pinter nyolong waktu juga mood yang bagus. Kali ini Admin ingin berbagi mengenai hikmah dan manfaat mengikuti Organisasi nih.

Filosofi Patah Hati

Assalamualaikum warrahmatullah wabarrakaatuh

Ehm... Lama nih tidak meposting tulisan ke blog yang luarbiasa ini. Apa kabar semua sahabat-sahabat setia pembaca blogku (kayak udah favorit saja ya)?
Karena akhir-akhir ini banyak yang curhat tentang patah hati sekaligus penulis yang juga suka nulis patah hati karena si dia. Tidak cuma sekali, tetapi berkali-kali mendengar istilah patah hati ini dari temen-temen.

Bahkan tak cuma mendengar, tetapi juga pernah menamai sebuah rasa dengan istilah patah hati.

Ya, tentu kita mengenal istilah ini akibat adanya pengarang drama pada setiap media hiburan yang kita lihat.

Yang paling mudah sebagai contoh adalah Film. Mari ambil dari drama korea yang sempet ngetren di indonesia yaitu Boys Before Flower. (ini bahas patah hati apa drama korea ya..?)

Bagaimana dua orang kekasih yang sedang jatuh cinta, awalnya yang dekat dengan Jan Di adalah Ji Hoo. Namun ternyata Jun Pyo tertarik dengan Jan Di dan jatuh cinta. Jan Di pun tak menyangkal bahwa lama-lama ia juga jatuh hati pada Jun Pyo. Namun tentu Ji Hoo disini tidak mungkin tidak ada rasa apa-apa. Ternyata Ji Hoo juga diam-diam memendam rasa kepada Jan Di. Namun akhirnya Ji Hoo harus merelakan Jan Di untuk Jun Pyo. Disini pasti orang menganggap bahwa Ji Hoo patah hati terhadap Jan Di.
(ini review Film Korea ya..?)

Tentunya inti dari pembahasan ini bukanlah review dari drama korea BBF, tetapi review diatas sekedar menunjukan bagaimana kita sebagai penikmat film digiring untuk mempercayai rasa akibat dicampakkan oleh seseorang sebagai patah hati. Apakah itu yang disebut cinta bertepuk sebelah tangan atau cinta tak terbalas, intinya adalah patah itu sekedar nama yang diberikan publik terhadap rasa yang menurut mereka sedemikian rupa.

Namun adakah istilah patah hati di jaman dahulu kala..? 
Mungkin jika kita membaca cerita klasik seperti cinderella dan dongeng-dongeng lain yang kisah nya kita namai sekarang dengan bumbu kalimat patah hati, maka jawabannya adalah ada. Tapi jika kita tengok kapan buku itu ditulis, maka kita tahu bahwa buku itu ditulis akhir-akhir ini. Dalam artian, yang menamai patah hati adalah orang yang menulis nya saat ini. (sekedar pendapat saja).

Apakah kita bisa yakin, mereka dulu menamakan hal ini sebagai patah hati..?
Kalau sakit hati, bisa jadi iya. Karena timbulnya rasa demikian menandakan adanya kecintaan dunia yang sudah diluar kadarnya.

Coba kita ingat kembali kisah dua sahabat, yaitu Salman Al Farisy dan Abu Darda. (hayo, pada inget tidak kisahnya..?)
Singkat ceritanya begini sahabat, ketika itu Salman sudah memasuki umur untuk menikah dan Ia tertarik (jatuh cinta) pada wanita shalihah. Salman Al farisy bukanlah orang Madinah Asli melainkan pemuda yang berasal dari Persia. Sedangkan wanita shalihah ini adalah orang Madinah. Maka, karena tekadnya sudah matang untuk melamar wanita shalihah ini, Ia pun menjumpai satu sahabat baiknya yaitu Abu Darda. Salman meminta saudaranya itu untuk melamarkan wanita shalihah itu untuknya. Abu Darda pun bahagia karena saudaranya ini hendak menjalankan satu syariat islam yaitu menikah. Namun apa yang terjadi ketika proses lamaran itu berjalan, wanita shalihah itu memberikan jawaban yang maksudnya yaitu menolak pinangan Salman Al Farisy dan telah menyiapkan jawaban mengiyakan jika Abu Darda yang melamar dia. Maka pada waktu itu juga, Salman AlFarisy memberikan mahar yang telah disiapkannya kepada saudaranya Abu Darda dan menjadi saksi pernikahan mereka berdua.

Adakah pada waktu itu kata patah hati yang menjumpai Salman Al Farasy? Tentu tidak. Kenapa..?
Tentu saja karena cintanya terhadap wanita shalih itu sewajarnya saja dan jauh dibawah cintanya kepada Allah swt. Jika kita mengambil jawaban ini dan yakin bahwa cinta itu pemberian dari Allah, maka tidak akan istilah patah hati pada seorang yang imannya sekuat dan seteguh sahabat Salman Al Farisy.

Maka jelas sekali, sumber dari munculnya patah hati adalah sakitnya hati seseorang. Boleh jadi penyakitnya adalah kecintaannya terhadap dunia yang kadarnya terlalu tinggi, sedang kepada akhirat kadarnya sedikit. Yuk, bagi kaum korban patah hati marilah kita melawan bersama-sama munculnya penyakit hati itu dalam jiwa kita masing-masing. Mari kita tinggalkan semua maksiat yang kita lakukan, jika tak bisa semuanya sekaligus, maka perlahan-lahan dan serius menjaganya. Seperti halnya mencabuti rumput di halaman yang luas, maka bekas rumput yang sudah tercabuti harus rajin kita periksa agar tak tumbuh lagi selagi kita juga membersihkan lainnya.

Sampai pada kesimpulannya, patah hati adalah sekedar penamaan kebanyakan orang terhadap suatu rasa, yang sebenarnya rasa itu adalah sebuah penyakit hati yang harus segera di obati. Sedangkan pada saat ini, patah hati itu di anggap wajar oleh kebanyakan umum. Juga bukan lagi dianggap sebagai penyakit yang perlu disembuhkan. Malah kadang di anggap sebagai alasan untuk menyakiti orang lain dengan alasan bahwa ia telah menyakiti saya (membuat saya patah hati).
Maka saya curiga kalau patah hati itu sengaja dibuat untuk melemahkan generasi muda.

Jadi sahabat-sahabat, jika kalian merasakan apa yang sekarang disebut patah hati, janganlah kalian menyalahkan orang lain yang membuatmu patah hati. Tetapi periksalah hatimu dan segera memohon ampun kepada Allah akan penyakit hati yang hadir itu. Maka jangan sampai patah hati itu membuatmu mematahkan silaturahim, menyakiti orang lain, melakukan maksiat yang lain, dll. Yuk sadarkan diri dan menjadi generasi yang kuat, menjadi generasi penerus yang teguh memegang syariat dan lembut menasehati saudara.
Sekian, tulisan ini pembahasan ini saya buat, sampai jumpa pada tulisan selanjutnya.
Wassalamu'alaikum..